Cctv24jam.com | Investigasi Nasional – Kampar
Bangkinang, 27 Juli 2025 — Drama kelam DPRD Kampar memasuki babak penentuan. Setelah berbulan-bulan publik hanya disuguhi rumor dan potongan kabar, fakta kini terkuak gamblang: Azqiatun Annisa (23), korban dalam skandal asusila yang menyeret nama Pirdaus SE, anggota DPRD Kampar Fraksi NasDem, telah resmi memberikan keterangan lengkap baik di hadapan Tim Klarifikasi DPD Partai NasDem maupun Badan Kehormatan (BK) DPRD Kampar.
Langkah ini dianggap publik sebagai puncak dari keberanian korban untuk menuntut keadilan, sekaligus tamparan keras bagi lembaga legislatif dan partai politik yang selama ini diduga cenderung mendiamkan kasus memalukan ini.
Korban Tampil, Fakta Dibuka Tanpa Tabir
Pada 5 Juli 2025, Azqiatun memenuhi panggilan Tim Klarifikasi DPD Partai NasDem Kampar. Sidang tertutup dipimpin Hermanto selaku ketua tim, bersama Jamalus S.Ag, H. Anasril, Masnur, dan Muhammad Hanafi, S.Pd berdasarkan SK resmi DPD NasDem Nomor: 001-SK/DPD-NasDemKampar/VII/2025.
Di hadapan tim, Azqiatun membeberkan kronologi kelam hubungan dengan Pirdaus SE: perkenalan melalui aplikasi MiChat, hubungan gelap di hotel, janji manis berujung pengkhianatan, hingga pemaksaan aborsi menggunakan obat sitotest (misoprostol) pada usia kandungan empat minggu. Fakta lain yang mencengangkan: korban ditelantarkan usai aborsi, dibiarkan berjuang sendiri dengan kondisi fisik dan mental yang hancur.
Dua hari berselang, 7 Juli 2025, Azqiatun kembali memenuhi panggilan Badan Kehormatan DPRD Kampar. Di ruang resmi lembaga legislatif itu, ia bersaksi di hadapan Ketua BK Fahmil SE, serta anggota Toni Hidayat dan Jordan Saragih. Semua detail serupa disampaikan — bukti lengkap, kesaksian kronologis, serta harapan korban agar BK tidak sekadar mendengar, tapi bertindak.
> “Kami minta Partai NasDem jangan melindungi kebusukan kadernya. Korban sudah mengikuti semua prosedur, sudah bersaksi, sudah buka semua fakta. Sekarang giliran partai dan DPRD membuktikan moral mereka masih hidup,” tegas Yuli, aktivis perempuan Kampar yang mendampingi korban.
FORMASI-KPM Turun ke Jalan: “Copot Pirdaus SE, Jangan Main Mata!”
Aksi moral rakyat kembali memanas pada 30 Juni 2025. Puluhan mahasiswa dan masyarakat dari Forum Masyarakat dan Mahasiswa Kampar Peduli Moral (FORMASI-KPM) mengepung gedung DPRD Kampar. Mereka membawa tujuh tuntutan tegas: memanggil dan memeriksa Pirdaus SE, memberi sanksi berat, hingga merekomendasikan PAW sebagai langkah penyelamatan marwah DPRD Kampar.
Spanduk bernada pedas membentang:
“Dewan Bukan Sarang Nafsu!”
“Copot Pirdaus SE – Jangan Lindungi Predator Politik!”
“Moral DPRD Kampar Hancur, Rakyat Tak Diam!”
Massa juga memperingatkan BK DPRD agar tidak ‘main mata’ dan mempeti-eskan kasus ini. Mereka menyatakan, bukti tertulis, surat pernyataan saksi, dan dokumen pendukung sudah siap diserahkan resmi ke BK — bola panas kini di tangan lembaga dan partai politik.
Diamnya NasDem, Membara Amarah Publik
Hingga laporan ini diturunkan, Partai NasDem — baik DPD, DPW, maupun DPP — belum mengumumkan sikap tegas. Diam mereka dianggap publik sebagai indikasi pembiaran, bahkan perlindungan terhadap Pirdaus SE.
FORMASI-KPM dan aktivis perempuan mendesak DPP NasDem mengambil langkah segera: pecat Pirdaus SE dan bersihkan partai dari aib moral. Jika tidak, publik menilai jargon “Restorasi Indonesia” hanyalah slogan kosong.
Perselingkuhan, Aborsi, dan Runtuhnya Marwah DPRD
Kasus ini bukan sekadar pelanggaran etika pribadi. Dugaan keterlibatan Pirdaus SE menyentuh pasal-pasal berat: pemaksaan seksual, penyalahgunaan jabatan, hingga aborsi paksa. Jika aparat penegak hukum bergerak, ancaman pidana hingga 10 tahun penjara menanti.
Lebih dari itu, marwah DPRD Kampar tercoreng. Skandal ini menggerus kepercayaan publik pada lembaga legislatif yang seharusnya menjaga kehormatan, bukan menjadikannya alat memuaskan nafsu bejat.
Catatan Redaksi: Dua Jalan yang Menentukan
Dewan dan Partai NasDem kini di persimpangan tajam.
Apakah mereka berani menegakkan moral, atau memilih tenggelam bersama aib kadernya sendiri?
Publik telah menyaksikan keberanian korban membuka luka. Publik telah turun ke jalan menuntut keadilan.
Kini, sorotan tajam tertuju pada BK DPRD dan NasDem:
> Tegakkan kebenaran, atau catat nama kalian sebagai pelindung predator politik.
—
Cctv24jam.com – Investigasi Tanpa Kompromi
(Liputan Khusus: Tim Investigasi Nasional – Kampar)
