RANGSANG BARAT, MERANTI ,CCTV24JAM – BUMDes Bantar Gemilang Bantar, Desa Bantar, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, fokus mengembangkan unit usaha ketahanan pangan melalui budidaya singkong.
Hal itu terungkap dalam jawaban konfirmasi data dan pengembangan BUMDes kepada buser24.com Nomor: 030/Buser24com/KFR/X/2026.
BUMDes yang berdiri berdasarkan Akta Pendirian Nomor :AHU-16433.AH.01.33 Tahun 2025 tersebut dipimpin Syamsir selaku Direktur, Syahrial sebagai Sekretaris, dan Riduan D sebagai Bendahara.
Direktur BUMDes Bantar Gemilang Bantar Syamsir menjelaskan, saat ini unit usaha yang aktif hanya unit ketahanan pangan penanaman singkong.
Pada 2025 kami masih tahap perencanaan, jadi belum ada omset. Tahun 2026 baru mulai musim tanam pertama dengan omset Rp 12 juta dan menyerap 4 orang tenaga kerja lokal,” ujar Syamsir dalam data konfirmasi tersebut.
Dari hasil usaha itu, BUMDes mulai memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Desa (PADes). Pada 2025 kontribusi masih nol, sedangkan pada 2026 dialokasikan Rp 1.080.000 yang akan diserahkan ke desa pada musyawarah akhir tahun Desember mendatang.
Terkendala Cuaca dan Hama.
Syamsir mengakui budidaya singkong musim pertama belum maksimal. Pertumbuhan awal singkong kurang baik akibat cuaca panas ekstrem serta gangguan hama monyet dan babi hutan.
Kendala dari awal pengolahan lahan sampai panen memang ada, sehingga hasil panen pertama kurang maksimal,” katanya.
Dapat Dana Rp 210 Juta dari APBDes.
Untuk modal pengembangan, BUMDes Bantar Gemilang Bantar mendapat bantuan dana ketahanan pangan sebesar Rp 210.000.000 yang bersumber dari APBDes Tahun Anggaran 2025.
Namun, hingga saat ini BUMDes belum mendapatkan pelatihan maupun fasilitas penunjang dari Pemdes, Pemkab, maupun pihak lain.
Pihak BUMDes berharap ada pendampingan teknis dan pelatihan pengelolaan usaha agar produktivitas dapat meningkat dan kontribusi terhadap PADes serta kesejahteraan masyarakat lebih optimal, ..( ZAMRI )
