MENTAWAI — Harapan masyarakat Desa Bosua terhadap peningkatan akses jalan Mongan Bosua–Sao mulai mendapat perhatian. Pekerjaan Pembangunan Jalan Mongan Bosua–Sao (Sisa DAK) kini tengah dilaksanakan dan disambut gembira oleh masyarakat setempat.
Pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp883.703.000 dengan pelaksana CV. MORA MARSADA MANATRA. Kontrak pekerjaan ditandatangani pada 29 Juni 2026.
Pembangunan jalan ini dinilai penting bagi masyarakat karena akses tersebut tidak hanya berkaitan dengan mobilitas warga, tetapi juga berada di kawasan yang memiliki potensi wisata cukup besar.
Kawasan Bosua selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah yang banyak dikunjungi wisatawan, baik mancanegara maupun wisatawan lokal. Selain memiliki panorama alam yang menarik, kawasan tersebut juga dikenal karena karakter ombaknya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para peselancar.
Dengan adanya pembangunan jalan, masyarakat berharap akses menuju kawasan tersebut semakin baik sehingga dapat memberikan manfaat bagi aktivitas sehari-hari warga sekaligus mendukung perkembangan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.
Salah seorang tokoh masyarakat Desa Bosua menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, khususnya Bupati Rinto Wardana, yang dinilai telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat yang sudah lama dinantikan.
“Kami sangat senang jalan ini akhirnya dibangun. Ini sudah lama menjadi harapan masyarakat. Kami mengapresiasi perhatian Bapak Bupati Rinto Wardana terhadap kebutuhan masyarakat Bosua, termasuk kepada Dinas PUPR yang serius sehingga pembangunan ini bisa terlaksana,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi jalan yang baik sangat dibutuhkan masyarakat karena akses tersebut menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas warga. Terlebih, kawasan Bosua juga memiliki potensi wisata yang terus menarik perhatian pengunjung.
Masyarakat juga memberikan apresiasi terhadap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Mentawai yang dinilai serius dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur tersebut.
Pelaksanaan pekerjaan di lapangan turut menjadi perhatian masyarakat. Dengan melihat aktivitas pekerjaan dan dukungan peralatan yang digunakan oleh pelaksana, warga optimistis pembangunan dapat diselesaikan sesuai waktu yang telah ditetapkan dalam kontrak.
Namun demikian, masyarakat berharap penyelesaian pekerjaan tidak hanya mengejar target waktu, tetapi juga memperhatikan kualitas pekerjaan sesuai dengan rancangan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan oleh Dinas PUPR.
Harapan tersebut dinilai penting agar jalan yang dibangun dapat digunakan dalam jangka waktu panjang dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pembangunan Jalan Mongan Bosua–Sao juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap konektivitas kawasan. Akses yang semakin baik dapat mempermudah mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang dan hasil usaha, serta mendukung akses wisatawan menuju kawasan wisata Bosua.
Bagi masyarakat, pembangunan jalan tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi merupakan bagian dari upaya meningkatkan akses dan membuka peluang ekonomi di kawasan yang memiliki potensi wisata tersebut.
Antusiasme warga terhadap pekerjaan yang sedang berlangsung menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu kebutuhan yang cukup lama dinantikan. Karena itu, masyarakat berharap perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah Bosua dapat terus berlanjut.
Dengan pelaksanaan pekerjaan yang saat ini telah berjalan, masyarakat menaruh harapan agar Jalan Mongan Bosua–Sao dapat selesai tepat waktu, memiliki kualitas sesuai perencanaan, serta dapat digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam jangka panjang.
Warga pun berharap pembangunan tersebut menjadi bagian dari peningkatan infrastruktur Mentawai yang tidak hanya memperkuat akses antarwilayah, tetapi juga mendukung potensi pariwisata dan perekonomian masyarakat lokal. (Thl)
