LOMBOK TIMUR — Kepala MI NWDI Sukamulia, Zakiuddin, S.Pd.I., mengikuti pembinaan madrasah piloting Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digelar Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur di Aula Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur, Selasa, 15 September 2026.
MI NWDI Sukamulia merupakan salah satu dari 50 madrasah di Kabupaten Lombok Timur yang ditunjuk sebagai pilot project penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur tahun 2026.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur, H. Sulhi, S.Pd.I., M.Pd.I., dan dihadiri Ketua Pokjawas, pengawas pembina, serta para kepala madrasah peserta pembinaan KBC.
Dalam sambutannya, H. Sulhi menegaskan bahwa pemerintah memberikan pelayanan dan kesempatan yang sama kepada madrasah negeri maupun swasta. Karena itu, kepercayaan tersebut harus dijawab dengan peningkatan mutu pengelolaan lembaga dan kualitas pembelajaran.
Ia menekankan bahwa KBC bukan sekadar perubahan administrasi maupun pergantian istilah dalam kurikulum. KBC harus menjadi perubahan cara pandang dalam mendidik: bagaimana madrasah memperlakukan peserta didik, bagaimana guru membangun kedekatan, serta bagaimana nilai-nilai kemanusiaan dan kasih sayang hadir dalam setiap proses pembelajaran.
Sementara itu, Kepala MI NWDI Sukamulia, Zakiuddin, S.Pd.I., menyampaikan rasa syukur dan bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada madrasahnya sebagai salah satu pilot project KBC.
“Saya bersyukur dan bangga MI NWDI Sukamulia dipercaya menjadi salah satu madrasah piloting KBC. Pembinaan ini luar biasa karena mereposisi peran kami, bukan sekadar sebagai pengajar atau pemimpin formal, tetapi sebagai pengasuh yang mendidik dengan hati,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan tersebut menjadi momentum penting untuk membawa semangat KBC ke dalam praktik nyata di madrasah, bukan berhenti pada tataran konsep.
“Harapan kami, hasil pembinaan ini dapat diterapkan secara nyata di MI NWDI Sukamulia dan ke depan bisa memberikan dampak yang lebih luas, termasuk mengimbaskan praktik baik KBC kepada madrasah-madrasah lain di Kecamatan Sukamulia,” harapnya.
Pembinaan ini sekaligus menjadi langkah awal bagi MI NWDI Sukamulia untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membentuk peserta didik melalui keteladanan, kasih sayang, kepedulian, dan nilai-nilai kemanusiaan.
”Redaksi”
