SIBOLGA – Sinergi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) dan Pemerintah Daerah menjadi salah satu kekuatan penting dalam mendukung percepatan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Semangat kolaborasi tersebut menjadi pembahasan utama dalam Podcast Kodim 0211/TT, yang menghadirkan Komandan Kodim 0211/TT Letkol Arh Wahyu Hidayat, S.H., M.Tr.SOU bersama Sekretaris Daerah Kota Sibolga Drs. Herman Suwito, M.M.
Dalam podcast tersebut, kedua narasumber mengupas berbagai bentuk sinergi TNI dan pemerintah daerah dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari penanganan bencana, rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan jembatan dan fasilitas umum, penyediaan air bersih, ketahanan pangan, pencegahan stunting, dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pengembangan Koperasi Merah Putih.
Sekretaris Daerah Kota Sibolga Drs. Herman Suwito, M.M mengatakan, peran TNI sangat dirasakan masyarakat ketika terjadi bencana.
Menurut Herman, TNI bersama Forkopimda bergerak cepat melakukan penanganan, khususnya dalam proses evakuasi masyarakat yang terdampak.
Tidak hanya melakukan evakuasi, personel TNI juga terjun langsung membantu memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, termasuk menyiapkan makanan dan tempat yang nyaman bagi para korban bencana.
“Saat bencana, TNI sigap melakukan penanganan evakuasi dan memastikan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan. TNI terjun langsung melakukan evakuasi, membuat makanan dan menyediakan tempat yang nyaman bagi korban bencana,” ujar Herman.
Ia menyebut, sinergi antara Forkopimda dan TNI dilakukan sejak masa tanggap darurat hingga pascabencana. Kecepatan dalam merespons kondisi masyarakat menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
“Forkopimda dan TNI bersinergi saat bencana dan pascabencana. TNI Kodim 0211/TT bekerja cepat menanggapi masalah,” tambahnya.
Namun, menurut Herman, keterlibatan TNI bersama pemerintah daerah tidak hanya dilakukan setelah bencana terjadi. Upaya pencegahan dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat juga menjadi bagian dari kolaborasi tersebut.
Salah satunya melalui rehabilitasi rumah warga yang kondisinya tidak layak huni.
“Sebelum bencana, TNI juga bersinergi dengan Kodim melakukan rehabilitasi terhadap rumah warga yang tidak layak huni,” katanya.
Sementara itu, Dandim 0211/TT Letkol Arh Wahyu Hidayat, S.H., M.Tr.SOU menegaskan bahwa TNI AD terus berupaya hadir melalui program-program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
Menurutnya, konsep TNI Manunggal bukan hanya sebatas kegiatan seremonial, tetapi bagaimana keberadaan TNI dapat memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Salah satu bentuknya adalah pembangunan “Jembatan Garuda di Kota Sibolga, serta berbagai kegiatan rehabilitasi dan karya bakti yang dilakukan Kodim 0211/TT.
“Kodim 0211/TT sudah melaksanakan TNI Manunggal dengan membuat jembatan, rehabilitasi melalui karya bakti, serta membantu percepatan rehabilitasi sekolah, khususnya yang terdampak bencana alam. Kita TNI secepat mungkin memulihkan keadaan. Ini menjadi fokus TNI melalui karya bakti Kodim 0211/TT,” jelas Letkol Arh Wahyu Hidayat.
Ia menegaskan, ketika bencana terjadi, kecepatan pemulihan menjadi hal yang sangat penting. Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa kehidupan mereka dapat kembali berjalan normal.
Karena itu, TNI berupaya membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan berbagai fasilitas yang terdampak bencana.
Selain fasilitas umum, perhatian juga diberikan kepada rumah masyarakat yang mengalami kerusakan maupun rumah yang kondisinya tidak layak huni.
Letkol Arh Wahyu Hidayat mengatakan, sejumlah rumah warga terus menjadi perhatian untuk dilakukan rehabilitasi, khususnya masyarakat yang terdampak bencana.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya TNI membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat sekaligus menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi warga.
Tidak hanya pembangunan fisik, Kodim 0211/TT juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat berupa ketersediaan air bersih.
Melalui TNI Manunggal Air Bersih, berbagai upaya dilakukan, antara lain pembangunan jaringan pipanisasi dan pembuatan sumur bor di sejumlah wilayah.
Menurut Dandim 0211/TT, air merupakan kebutuhan paling mendasar bagi kehidupan manusia.
“Air adalah sumber kehidupan. Tidak ada air, tidak ada kehidupan. Jadi pedoman kami bagaimana membuat masyarakat nyaman dengan menikmati air bersih pascabencana,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, TNI tidak bekerja sendiri. Kodim 0211/TT berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menentukan sumber air yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Analisis terhadap sumber mata air dilakukan untuk memastikan sumber tersebut layak digunakan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
“TNI berkolaborasi dengan Pemda. Secara teknis air bersih dilakukan berdasarkan analisa dengan mencari sumber mata air yang layak konsumsi,” jelasnya.
Selain pipanisasi, pembuatan sumur bor juga dilakukan di beberapa wilayah Kota Sibolga. Air yang diperoleh tetap dilakukan penyaringan sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat secara lebih aman.
Kolaborasi TNI dan pemerintah daerah dalam penyediaan air bersih diharapkan dapat membantu masyarakat, terutama wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih maupun masyarakat yang terdampak bencana.
Dalam podcast tersebut, Dandim 0211/TT juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan sebagai bagian dari pembangunan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Letkol Arh Wahyu Hidayat, program ketahanan pangan harus mampu memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, ketahanan pangan juga memiliki kaitan erat dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia berharap program ketahanan pangan dapat berjalan optimal sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi sekaligus mendukung upaya menekan angka stunting.
“Kita berharap ketahanan pangan dapat terserap dan memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk untuk tujuan mengurangi angka stunting terhadap generasi kita,” ujarnya.
Pembahasan kemudian berlanjut pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program strategis pemerintah.
Dandim 0211/TT menyampaikan bahwa TNI siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan, dalam mendukung pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, pemenuhan gizi anak sejak dini sangat penting untuk membentuk generasi yang sehat, cerdas dan memiliki masa depan yang lebih baik.
“Program Presiden Prabowo, kita TNI berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan pihak terkait. Kita ingin generasi anak menjadi anak yang maju guna mencegah angka stunting pada anak,” katanya.
Ia menjelaskan, upaya pemenuhan gizi bagi anak dan ibu hamil sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru. Sebelumnya, berbagai program pemberian makanan tambahan juga telah dilakukan, seperti pemberian biskuit dan susu kepada anak maupun ibu hamil sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Dengan adanya MBG, diharapkan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Selain pembangunan fisik dan program sosial, sinergi TNI dan pemerintah daerah juga diarahkan untuk mendukung penguatan ekonomi masyarakat.
Dandim 0211/TT melihat Koperasi Merah Putih memiliki peluang untuk berkolaborasi dengan berbagai program pemerintah, termasuk ketahanan pangan dan MBG.
Menurutnya, koperasi diharapkan dapat menjadi bagian dari mata rantai ekonomi masyarakat sehingga kebutuhan warga dapat diperoleh dengan harga yang lebih terjangkau.
“Koperasi ini bisa berkolaborasi dengan MBG atau berjalan sejalan. Harganya bisa dimanfaatkan masyarakat serendah-rendahnya tanpa perantara,” jelas Letkol Arh Wahyu Hidayat.
Dengan demikian, keberadaan koperasi diharapkan tidak hanya menjadi tempat kegiatan ekonomi, tetapi juga mampu memperpendek rantai distribusi, membantu masyarakat memperoleh kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi di tingkat lokal.
Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa sinergi TNI AD dan pemerintah daerah memiliki ruang yang luas dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Mulai dari membantu masyarakat ketika bencana, mempercepat rehabilitasi fasilitas umum, membangun jembatan, memperbaiki rumah warga, menyediakan air bersih, mendukung ketahanan pangan, membantu pencegahan stunting, hingga mendukung program strategis pemerintah.
Bagi Kodim 0211/TT, kehadiran TNI di tengah masyarakat merupakan bagian dari pengabdian untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat dan mendukung pemerintah dalam mempercepat pembangunan daerah.
Sementara bagi Pemerintah Daerah, kolaborasi bersama TNI menjadi kekuatan tambahan dalam menghadapi berbagai persoalan di lapangan, terutama dalam kondisi yang membutuhkan respons cepat.
Sinergi tersebut pada akhirnya diharapkan tidak berhenti pada program dan kegiatan semata, tetapi benar-benar menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
TNI bersama rakyat, pemerintah daerah bersama masyarakat, bersinergi membangun daerah dan mewujudkan pembangunan yang manfaatnya kembali untuk rakyat.
(Tim Red-)
