Tuapejat, Mentawai– Senyum bahagia terpancar dari wajah masyarakat yang bermukim di Gang Susteran, Dusun Karoniet, Desa Tuapejat. Penantian panjang mereka akhirnya terjawab setelah Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) merealisasikan pembangunan lanjutan jalan lingkungan yang selama ini menjadi keluhan utama warga.
Bertahun-tahun masyarakat harus berjibaku dengan kondisi jalan yang memprihatinkan. Saat hujan turun, badan jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin dan membahayakan. Sebaliknya, ketika musim kemarau tiba, permukaannya retak-retak dan berdebu sehingga menyulitkan aktivitas sehari-hari.
Kini, kondisi itu mulai berubah. Meski pembangunan belum menjangkau seluruh permukiman hingga ke ujung gang, kehadiran ruas jalan baru telah membawa harapan baru bagi warga.
Jalan yang lebih baik tidak hanya memberikan kenyamanan bagi pengguna, tetapi juga membuka akses ekonomi masyarakat. Hasil kebun kini dapat diangkut dengan lebih mudah menuju pasar. Begitu pula pasir dan kerikil yang selama ini diambil warga dari sungai, kini lebih mudah dijangkau oleh para pembeli karena akses transportasi semakin baik.
“Kami sangat senang dengan pembangunan jalan ini. Semoga saja kelanjutannya segera terealisasi sehingga seluruh masyarakat bisa menikmati jalan yang layak,” ujar Hendri, salah seorang warga yang telah lama menetap di Gang Susteran.
Pembangunan jalan tersebut dilaksanakan oleh Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan nilai anggaran sekitar Rp399.000.000. Kehadiran infrastruktur ini menjadi bukti bahwa pembangunan jalan lingkungan memiliki dampak yang sangat besar terhadap kualitas hidup masyarakat, terutama di kawasan permukiman yang selama ini mengalami keterbatasan akses.
Warga berharap pemerintah daerah dapat melanjutkan pembangunan hingga seluruh ruas jalan di Gang Susteran tersambung secara utuh. Dengan demikian, manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan sebagian warga, tetapi dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat yang bermukim di kawasan tersebut.
Bagi masyarakat Gang Susteran, jalan bukan sekadar hamparan beton atau aspal. Jalan adalah urat nadi kehidupan yang menghubungkan rumah dengan sekolah, kebun dengan pasar, serta membuka peluang bagi tumbuhnya perekonomian masyarakat di masa mendatang. (tim)
