Tapanuli Tengah – Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana di Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, terus menunjukkan perkembangan yang positif. Memasuki hari ke-18 pelaksanaan, Selasa (7/7/2026), progres pembangunan tahap pertama telah mencapai sekitar 45 persen.
Program yang dilaksanakan oleh Caritas Indonesia ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana bagi masyarakat yang selama ini masih berada di pengungsian. Secara keseluruhan, Caritas Indonesia merencanakan pembangunan 36 unit rumah dan 1 unit gereja di atas lahan seluas sekitar 10.005 meter persegi.
Pada tahap pertama, pembangunan difokuskan terhadap 5 unit rumah. Sejumlah pekerjaan utama telah menunjukkan kemajuan signifikan, di antaranya pembangunan bouwplank dan pondasi yang telah rampung 100 persen, pembuatan sloof bawah mencapai 95 persen, pemasangan bata ringan dan kolom praktis masing-masing 55 persen, pemasangan rangka baja dan atap galvalum 60 persen, pemasangan pintu dan jendela 40 persen, plesteran lantai 25 persen, serta pengecatan yang telah dimulai dengan capaian 15 persen.
Hunian tetap tersebut dipersiapkan bagi 36 kepala keluarga asal Desa Pagaranhonas, Kecamatan Badiri, yang terdampak bencana. Jumlah penerima manfaat mencapai 179 jiwa, terdiri dari 92 laki-laki dan 87 perempuan.
Keberadaan Huntap ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi para penyintas agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal dengan tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman.
Selama proses pembangunan berlangsung, situasi di lokasi dilaporkan aman, tertib, dan kondusif. Seluruh pekerjaan terus dikerjakan sesuai tahapan dengan harapan pembangunan dapat selesai tepat waktu sehingga segera dapat ditempati oleh masyarakat yang membutuhkan.
