Merauke – Sebanyak 75 personel Satgas Pamtas Statis RI–PNG Batalyon Infanteri 126/Kala Cakti menerima penghargaan dari Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema, Mayor Jenderal TNI Yudha Airlangga, atas keberhasilan pelaksanaan operasi pengamanan wilayah Distrik Manggelum, Papua Selatan.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian upacara pelepasan Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 126/Kala Cakti yang berlangsung di Merauke pada 20 Juni 2026, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, loyalitas, keberanian, dan profesionalisme para prajurit selama menjalankan tugas negara di wilayah perbatasan.
Dalam amanatnya, Pangkoops TNI Habema menegaskan bahwa keberhasilan yang dicapai bukan hanya kemenangan dari sisi keamanan, tetapi juga keberhasilan dalam menghadirkan kembali rasa aman dan kehidupan masyarakat.
Satgas Yonif 126/Kala Cakti dinilai berhasil melaksanakan operasi pengamanan serta mendukung pemulihan kondisi di tiga kampung, yakni Kampung Manggelum, Kampung Kewam, dan Kampung Mangga Tiga, yang sebelumnya disebut mengalami gangguan keamanan akibat aktivitas kelompok bersenjata OPM.
Sebelumnya, kondisi keamanan yang tidak kondusif membuat sebagian masyarakat meninggalkan kampung halaman demi keselamatan. Namun setelah pelaksanaan operasi dan pengamanan wilayah, kondisi berangsur pulih dan masyarakat mulai kembali menjalankan aktivitas seperti sediakala.
Pangkoops TNI Habema juga menekankan agar seluruh pengalaman selama penugasan dijadikan evaluasi untuk memperkuat kualitas operasi di masa mendatang, baik dari sisi taktik, koordinasi antar unsur, maupun pendekatan kepada masyarakat.
Selain itu, seluruh personel diingatkan untuk tetap menjaga disiplin, profesionalisme, serta terus meningkatkan kapasitas diri dalam menghadapi tantangan tugas berikutnya.
Sementara itu, Dansatgas Pamtas Statis RI–PNG Batalyon Infanteri 126/Kala Cakti, Letkol Inf Muh S Yahya Ginting, SH, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil dari kerja keras seluruh personel yang menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan semangat pengabdian.
Menurutnya, keberhasilan yang diraih bukan semata-mata pencapaian satuan, tetapi juga bentuk nyata kehadiran negara melalui TNI dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk 75 personel yang menerima, tetapi untuk seluruh prajurit Satgas Yonif 126/Kala Cakti yang telah menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan loyalitas. Kami percaya bahwa keberhasilan tugas tidak hanya diukur dari terciptanya stabilitas keamanan, tetapi juga ketika masyarakat dapat kembali hidup dengan tenang, aman, dan melanjutkan aktivitas mereka,” ujar Letkol Inf Muh S Yahya Ginting.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh prajurit akan tetap memegang teguh nilai disiplin, profesionalisme, serta menjaga kehormatan satuan dan TNI di setiap penugasan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan seluruh pihak selama pelaksanaan tugas. Pengabdian kepada rakyat, bangsa, dan negara akan terus menjadi semangat utama prajurit Yonif 126/Kala Cakti dalam menjaga keutuhan NKRI,” tegasnya.
Menutup rangkaian kegiatan, Pangkoops TNI Habema kembali mengingatkan bahwa berakhirnya masa penugasan tidak menghentikan tanggung jawab prajurit untuk terus melayani negara dan rakyat.
Penghargaan kepada 75 personel tersebut menjadi simbol penghormatan atas pengabdian dan pengorbanan prajurit yang terus hadir menjaga keamanan, melindungi masyarakat, serta mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
(Redaksi)
