PEKANBARU– Cvtv24jam.com , Beredar Video singkat Aksi Premanisme Kampungan yang dilakukan oleh Mantan Narapidana (NAPI) atas nama Iwan Pansa alias Iwan P alias Iwan Pulungan, Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Pekanbaru yang mendadak secara Membabi-buta Memaki-Maki, Mengancam dan bahkan Melecehkan Kedua Tokoh Masyarakat Riau ini, Haji Suparman S.Sos M.Si dan Haji Taufik Tambusai SE beserta dua orang Datuk Melayu lainnya.
Mantan NAPI asal Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara itu tanpa rasa malu Melakukan Aksi Premanisme ala Kampungan, Mendatangi Tokoh Melayu Riau, Mengancam seraya Memaki-Maki seperti Orang yang sedang Mabuk Minum-minuman Keras dan Kondisi tersebut dianggap sama saja turut Melecehkan Marwah Tokoh Masyarakat Riau.
Aksi Kampungan Preman Iwan P membawa Gerombolan, sekitar 30 an Orang ke Wareh Kupie Jalan Arifin Ahmad Kota Pekanbaru, merekam video seolah-olah dirinya sendirian, lalu dengan Arogannya Memaki-Maki Tokoh Masyarakat Riau: Haji Suparman dan Haji Taufik Tambusai yang sedang asyik duduk adalah bentuk Vandalisme Modern. Aparat Penegak Hukum didesak Tangkap Mantan NAPI cap Lem Tikus itu.
Kasus Iwan Pansa alias Iwan P, Ketua MPC PP Kota Pekanbaru: Mantan NAPI yang Sudah Tidak Punya Anggota, Kader Potensial Seenaknya Dipecat, Akhirnya Pakai Massa Bayaran!
Sampai saat ini, Iwan P diketahui tidak memiliki Loyalis bahkan Anggota yang setia dengannya. Karakter ingin makan sendiri, ingin kaya sendiri dan merasa dirinya paling hebat adalah dampak dari Retaknya semangat Militansi di tubuh Organisasi tersebut.
Sikap Kampungan dan Ingin menang sendiri adalah pemicunya, ditambah lagi Tipikal Iwan P yang kerap menikmati “Kue Perjuangan” dengan porsi banyak. Anggota dilapangan hanya dikasih “Secuil” saja. Iwan P selalu merasa paling benar dan paling hebat. Sosok Ketua yang terbukti sulit Merangkul para Anggotanya. Hampir semua Kader Pemuda Pancasila (PP) ditingkat MPC maupun Jajaran PAC diganti sesuka hatinya.
Dalam satu Periodesasi saja, Ketua MPC PP Kota Pekanbaru itu sesuka hatinya mengganti para Komandan Koti (Dankoti). Organisasi itu sudah dianggapnya seperti milik Nenek Moyangnya sendiri. Sampai akhirnya Wajah dan Martabat Haji Arsadianto Rachman dipermalukan oleh Mantan Narapidana tersebut. Sampai saat ini Iwan P terbukti tidak memiliki Anggota, semua Massa yang dipergunakannya itu adalah Massa Bayaran, seakan-akan dirinya sudah hebat menjadi seorang Ketua.
Kasus Iwan Pansa Ketua MPC PP Kota Pekanbaru: Mantan NAPI yang Sudah Tidak Punya Anggota, Kader Potensial Seenaknya Dipecat, Akhirnya Pakai Massa Bayaran!
Informasinya, Nama Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru itu disebut-sebut menerima Aliran Uang Haram dalam Skandal Kasus Korupsi Mantan Gubernur Riau Abdul Wahid.
Tetapi disatu sisi muncul Kabar soal PT Yabisa Parking, selaku Pengelola Parkir yang Sah di Kota Pekanbaru, berdasarkan Kesepakatan bersama Almarhum Dedi Handoko Alimin alias DH. Konflik muncul dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang terkesan ingin ingkar janji alias Pembatalan Sepihak Proyek tersebut.
Diduga kuat Walikota Pekanbaru, H Agung Nugroho SE MM terlibat. Iming-iming, Janji Manis dan Bujuk Rayu disampaikan kepada Preman Kampungan dan Mantan NAPI Iwan P, untuk menjadi Pengelola Tunggal atas Proyek Milyaran tersebut, lantas dibangunlah niat jahat seperti Rekaman Video yang sudah Viral itu.
Walikota Pekanbaru Dalam Pusaran Aksi Premanisme Kampungan Iwan P, Ketua KNPI Riau: “Informasinya Soal Proyek Parkir, Polisi Kami Desak Telusuri Kasus ini, Jangan sampai muncul Stigma yang macam-macam apalagi Narasi Fitnah yang tak berdasar!”
Polisi Didesak Tangkap Preman Kampungan Ini, Mantan NAPI Iwan Pansa Ancam dan Permalukan Kedua Tokoh Masyarakat Riau ini.
Berdasarkan Rekaman Video singkat yang sudah Viral tersebut, yang terjadi di Wareh Kupie Jalan Arifin Ahmad Kota Pekanbaru, berbagai kalangan mendesak agar Polisi segera Menangkap sekaligus Melakukan Cek Urin terhadap Mantan NAPI Iwan Pansa, yang diduga kuat dalam pengaruh Alkohol maupun Narkoba.
“Biadab Iwan Pansa itu! Manusia tak tahu malu, anak ingusan tak tahu diri! Dia tak mengukur dirinya siapa. Manusia Bejat dan Perlu dikasih Pelajaran. Dahulu orang yang membesarkannya, memberi dia makan, minum dan kehidupan Juga ikut di Permalukan. Mantan NAPI Iwan P itu bisa dikategorikan bukan Manusia, sifatnya lebih hina dari seekor Binatang Jalang. Kurang baik apa lagi Ketua Jufri Tanjung (JT), tapi tanpa rasa malu di Khianatinya. Sekarang dimaki-makinya pula Datuk Kami Haji Suparman dan Haji Taufik Tambusai, Jahanam kau Iwan P” ujar Anto Rachman Simamora SH MH, Praktisi Hukum dari Kantor ARS Law Firm.
Advokat Kondang itu berkali-kali menegaskan, bahwa apabila Rekaman Video itu benar adanya dan terjadi di Wareh Kupie Jalan Arifin Ahmad Kota Pekanbaru, maka Mantan NAPI Iwan P telah memenuhi unsur Perbuatan Melawan Hukum dan di Ancam Hukuman diatas 5 Tahun Penjara.
Selaras dengan Advokat ARS, Haji Tengku Muhammad Rasyid Warga Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru juga menyampaikan hal yang sama. Bahwa aksi Premanisme Kampungan seperti itu sangat tidak dibenarkan. Polisi harus segera Bertindak, karena Aksi yang dilakukan Mantan NAPI Iwan P itu juga turut merusak Kondusifitas antar sesama Anak Kemenakan Melayu di Kota Pekanbaru.
“Secepatnya kami juga akan Surati Aparat Penegak Hukum terkait. Rumah Mewah milik Mantan NAPI Iwan P juga harus segera diusut tuntas, diperiksa dan diterapkan Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang. Kasus Pengancaman seperti itu wajib menjadi Atensi bersama. Iwan P harus segera ditangkap! Jangan biarkan manusia Biadab seperti itu berkeliaran di Bumi Melayu Riau ini. Preman Kampungan, banyak kali Proyek Fiktif dilakukannya. Audit Investigatif dan Pemeriksaan wajib dilakukan oleh BPK dan BPKP Provinsi Riau, APBD habis percuma, Proyek Fiktif dan Pekerjaan yang tidak selesai kerap dilakukan Iwan P. Manusia Bajingan itu harus segera ditangkap!” akhir Haji TM Rasyid, menutup pernyataan persnya hari ini, Kamis (30/4/2026).
Terpisah, Mantan Pengurus MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Medan, St Manaek Simamora menegaskan, bahwa pihaknya mengenang Iwan Pansa alias Iwan P hanyalah sebagai seorang Pecundang. Preman tak pandai berkelahi, bisanya bawa-bawa massa bayaran dan acap kali membuat Keonaran yang tidak wajar.
“Kalau di Medan ini, sudah kami pijak-pijak Kepala si Iwan P itu. Muncungnya kayak Taik. Hanya pandai omong-omong doang. Dia itu tak pandai berkelahi. Iwan P itu contoh Manusia Biadab, makanya Kami Usir dia dari Kota Medan ini. Sudahlah ya! Jangan lagi tanya soal Iwan P itu, selain hanya bisa Gertak Sambal, Iwan P itu juga kami ingat adalah sosok yang Rajin sekali Jadi Pengkhianat. Semua di Khianatinya, yang penting perutnya kenyang sendiri” tegas St Manaek Simamora, dengan nada penuh optimis.
Terakhir, Loyalis Haji Suparman yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau turut menyampaikan komentar pedasnya.
Menurut Aktivis Anti Korupsi dan Pegiat Hak Asasi Manusia itu, apabila rekaman video tersebut benar-benar terjadi, tanpa rekayasa Teknologi Ai, maka sama saja Ketua MPC PP Iwan P memancing kemarahan Warga Riau. Genderang Perang sudah dimulai Preman Kampungan itu, tanpa rasa malu melakukan tindakan Biadab kepada orang yang jauh Lebih Tua darinya, Tokoh Masyarakat Melayu Riau.
Ketua KNPI Riau Tantang Polisi Segera Tangkap Iwan P: Aksi Premanisme Kampungan Lecehkan Tokoh Melayu, Larshen Yunus: “Beliau itu Terdesak! Namanya Disebut-sebut Terima Aliran Uang Haram Kasus Korupsi Abdul Wahid”
Informasi terbaru dari para Awak Media, bahwa Kediaman Iwan P di Jalan Pahlawan Kerja Kota Pekanbaru sudah di Datangi oleh beberapa Loyalis Haji Suparman, Rumah Mewah tersebut dalam keadaan kosong, Preman Kampungan Cap Lem Tikus Iwan P diduga kuat Kabur Ketakutan Terkencing-Kencing (Pipis di Celana) ke Rumah Haji Arsadianto Rachman, Ketua MPW PP sekaligus Ketua DPD Partai HANURA Provinsi Riau.
Kesimpangsiuran terkait Aksi Premanisme Kampungan itu juga disinyalir terkait dengan Pembagian Jatah Proyek Parkir di Kota Pekanbaru. Kabarnya Mantan NAPI Iwan P dijanjikan Walikota Pekanbaru, H Agung Nugroho SE MM untuk menjadi Pengelola Parkir, tetapi sampai saat ini PT Yabisa Parking yang dibantu Haji Suparman tetap semangat mempertahankan Hak-Hak Perusahaan yang sebelumnya telah disepakati Pemko Pekanbaru bersama Almarhum Dedi Handoko Alimin alias DH, selaku Investor Tunggal di Perusahaan tersebut.
Lalu, apakah Agung Nugroho selaku Walikota Pekanbaru terlibat dalam Aksi Premanisme Kampungan yang dilakukan oleh NAPI Iwan P itu? Apakah Agung Nugroho sebagai Aktor Utama yang menyuruh Aksi Biadab tersebut?
Hingga berita ini diterbitkan, Ketua DPD KNPI Provinsi Riau segera mempersiapkan Berkas Laporan Resmi ke Kantor Polisi, guna menindaklanjuti Peristiwa Tak Beradab yang dilakukan Iwan P tersebut.
“Bukan hanya Laporan ke Kantor Polisi saja, kami juga secepatnya Menyurati Komisi Pemberantasan Korupsi, sebagai upaya dalam menindaklanjuti Posisi Iwan P sebagai Saksi dalam Rangkaian Kasus Rasuah yang dilakukan oleh mantan Gubernur Riau Abdul Wahid. Beliau itu sudah pernah dipanggil dan dilakukan Pemeriksaan oleh Penyidik KPK di Kantor BPKP Provinsi Riau di Kota Pekanbaru, ada baiknya proses tersebut diperjelas! KPK diminta untuk segera berikan Kepastian Hukum terhadap Keterlibatan Iwan P, yang sampai saat ini diketahui Kaya Mendadak, punya rumah besar dan harta yang berlimpah!” pungkas Ketua KNPI Provinsi Riau itu.
Desakan Tangkap dan Penjarakan Iwan P terus di Kumandangkan. Aksi Premanisme harus segera diberantas oleh Aparat Penegak Hukum. Polisi diminta berikan Atensi atas Rekaman Video tersebut. Ketua MPC PP Kota Pekanbaru itu Terbukti telah Mengancam, Melecehkan dan Menghina-Hina dengan Ucapan maupun Kata-Kata Kurang Ajar terhadap Tokoh Melayu Provinsi Riau, Datuk Haji Suparman, Datuk Haji Taufik Tambusai beserta kedua orang Datuk Melayu lainnya.
Guna menjalankan Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers, awak media juga mencoba menghubungi Iwan Pansa alias Iwan P alias Iwan Pulungan, namun sampai berita ini diterbitkan, nomor seluler WhatsApp beliau dalam keadaan Memanggil alias Non Aktif. (*)
