Padang | Cctv24jam.jam— Petani terong di kawasan Gunung Nago, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, mengalami penurunan hasil panen akibat terkendalanya pasokan air irigasi. Kondisi tersebut terjadi sekitar tiga hari menjelang masa panen dan berdampak langsung pada kualitas serta ukuran buah terong.
Salah seorang petani, Enen, mengatakan bahwa tanaman terong miliknya sempat kekurangan air karena irigasi tidak mengalir dengan baik. Akibatnya, buah terong yang dihasilkan tidak tumbuh maksimal seperti biasanya.
“Biasanya kalau air cukup dan tidak terkendala hujan atau irigasi, buah terong bisa besar-besar. Tapi kali ini karena air susah tiga hari sebelum panen, hasilnya kurang maksimal,” ujar Enen saat ditemui di lahan pertaniannya, Sabtu (7/2/2026).
Meski demikian, Enen tetap bersyukur karena masih bisa memanen sekitar satu karung terong dengan berat kurang lebih 30 kilogram. Hasil panen tersebut dijual dengan harga Rp150.000 per karung.
“Alhamdulillah masih dapat satu karung, sekitar 30 kilo. Harganya Rp150 ribu per karung. Lumayan, karena kemarin juga sempat hujan,” tambahnya.
Menurut Enen, hujan yang turun menjelang panen turut memengaruhi kondisi tanaman dan kualitas buah. Namun ia berharap ke depan saluran irigasi dapat diperhatikan agar petani tidak kembali mengalami kesulitan air, terutama menjelang masa panen.
Kondisi ini menjadi gambaran tantangan yang masih dihadapi petani lokal, khususnya terkait ketersediaan air irigasi yang sangat menentukan hasil pertanian. Petani berharap adanya perhatian dari pihak terkait untuk memastikan kelancaran irigasi demi menjaga produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
