Cctv24jam.com-Kampar, Badai skandal kembali menerpa lembaga legislatif di Kabupaten Kampar. Seorang anggota DPRD aktif berinisial ‘P’ diduga kuat terlibat dalam hubungan gelap dengan seorang perempuan muda yang dikenal melalui aplikasi MiChat. Hubungan itu berujung pada kehamilan, dan yang lebih mencengangkan, perempuan tersebut mengaku dipaksa menggugurkan kandungan oleh sang oknum dewan yang telah beristri.
Dalam wawancara dengan tim investigasi, perempuan yang disamarkan namanya sebagai *Bunga* menuturkan kisah getir yang dialaminya. ‘Dia janji akan menikahi saya. Tapi setelah saya hamil, dia berubah. Dia paksa saya aborsi, katanya bisa menghancurkan reputasinya dan keluarga,’ ujar Bunga dengan isak tertahan.
Informasi ini dibenarkan oleh beberapa narasumber terpercaya yang telah lama mengikuti sepak terjang sosok P di panggung politik dan kehidupan pribadinya. Sosok yang dikenal religius di hadapan publik, rajin menghadiri acara dakwah, bahkan aktif dalam gerakan wakaf kitab suci dan program keagamaan, kini terbongkar sisi gelapnya.
Skandal ini bukan hanya soal aib pribadi, tapi mencerminkan krisis moral dan ketelanjangan integritas seorang wakil rakyat. Masyarakat kini mendesak agar partai tempat P bernaung segera bertindak: bukan sekadar klarifikasi kosong, tapi langkah konkret berupa investigasi internal, pembekuan status keanggotaan, hingga pelaporan ke aparat penegak hukum.
Catatan Redaksi Cctv24jam.com
Ketika citra religius dipakai sebagai jubah, namun nafsu dijadikan kompas, maka lahirlah politisi bermuka dua—tampak suci di podium, tapi bengis di ranjang. Jika dugaan ini benar, ini bukan sekadar pelanggaran etika, tapi pengkhianatan terhadap amanah rakyat. Rakyat tak butuh dewan bermulut manis tapi bertindak biadab. Partai politik harus segera berhenti menjadi tempat berlindung bagi mereka yang menyalahgunakan kuasa demi memuaskan syahwat.
Rakyat muak dengan dewan yang jago berdakwah, tapi lupa berakhlak!
__(Tim)
