
Deli Serdang,Ala preman melakukan tindakan dengan emosianal tidak mencerminkan etika ketimuran , seorang Aparatur Sipil Negara ( ASN ) hal tersebut terjadi di instansi pemerintah kabupaten Deli Serdang, oknum ASN Kepala Dinas Inspektorat berprilaku Arogan tidak menunjukkan seorang yang profesional dan tidak memiliki hati yang lembut melainkan beringas tidak layak menjadi seorang ASN yang berpegang teguh pada undang-undang disiplin seorang pegawai negeri sipil negara Republik Indonesia
Kepala Inspektorat Kabupaten Deliserdang EN hilang akal sehatnya penuh dengan emosional yang tinggi tiba-tiba menyerang wartawan dengan memukul dan mencoba merampas camera wartawan MNC TV yang sedang melakukan peliputan di lokasi teras kantor dinas inspektorat kabupaten Deliserdang. Rabu ( 16-10-2024.) Spontanitas dengan adanya reaksi yang sangat arogan terpantau oleh beberapa awak media ( wartawan ) yang melihat rekannya menerima intimidasi oleh oknum kepala dinas inspektorat (EN) secara tiba-tiba langsung mencoba melerai, bahkan baku hantampun nyaris terjadi.
Sejumlah pegawai dinas yang berada di kantor inspektorat, berusaha membawa Kepala dinas Inspektorat untuk di bawa kedalam ruangan , namun dengan arogan layaknya seorang preman bukan seorang yang memiliki pendidikan dan etika , EN mengajak wartawan untuk adu kekuatan secara pisik alias berkelahi.
” Dengan nada keras dan penuh emosi EN mengeluarkan suaranya melalui mulut arogannya mengatakan ( Ngapain kau rekam-rekam aku, permisi dulu kau kalau mau rekam rekam) ” ucap EN sambil memukul Kamera Wartawan MNC dan mencoba merampasnya.
Awalnya, sejumlah wartawan cetak dan elektronik mendatangi kantor Inspektorat Kabupaten Deliserdang untuk melakukan konfirmasi / peliputan terkait pemeriksaan salah seorang ASN oleh Bawaslu Deliserdang terkait indikasi melakukan kampanye Paslon Bupati nomor urut 02 saat membagikan bansos pada warga. Amir salah satu wartawan yang sempat hampir adu jotos dengan EN mengatakan, ” KALAU aksi arogan Kepala Inspektorat itu menunjukkan bahwa Inspektorat ini diduga terlibat cawe-cawe dalam pilkada. Dia tiba tiba merampas alat kerja wartawan (hp). Dia emosi sekali sampai menyerang saya ,kita disini mau konfirmasi dan meliput mewawancarainya terkait dengan dugaan pelanggaran pemilu dilakukan salah seorang ASN inspektorat, karena ada masalah di kantornya ini , makanya dia disorot selaku sebagai kepala dinas di kantor dinas ybs ” ungkap Amir
Hingga kini wartawan masih menunggu Bawaslu terkait hasil pemeriksaan terhadap oknum ASN Dinas Inspektorat Kabupaten Deliserdang yang sudah beberapa kali mangkir dipanggil untuk dimintai keterangan dalam dugaan pelanggaran Undang Undang Pemilu.
Tempat kejadian oknum kadis inspektorat EN lakukan intimidasi kepada wartawan tepatnya di depan kantor dinas inspektorat kabupaten Deli Serdang ini
Ketua DPD IWO INDONESIA Deli Serdang, Ibrahim Effendi Siregar, mengutuk keras atas tindakan kepala inspektorat EN,
Pimpinan DPD organisasi perusahaan pers itu mengingatkan semua pihak, bahwa pers bekerja untuk kepentingan publik, kepentingan Negara, Netral dan Independen “Karena itu, jangan ada yang merasa paling berhak menghukum Pers yang menjalankan tugas mulia membela kepentingan publik, Pers selalu terdepan yang bekerja secara rutinitas lakukan kegiatan untuk pemberitaan – juga Pers selalu bersikap jujur dan independen yang selalu di lindungi oleh UU PERS Nomor 40 tahun 1999 , selain Pers Indonesia di lindungi oleh undang-undang juga di beri hak kebebasan dalam menjalankan profesinya ,tidak boleh di halangi serta tetap menjunjung tinggi etika ” ujarnya.
Lanjutnya menegaskan, bahwa tindakkan arogansinya terhadap wartawan adalah perilaku tak bermoral, primitif, dan sama sekali tidak bisa dibenarkan. “Wartawan dalam melaksanakan tugas dilindungi undang-undang Pers serta Wartawan itu bekerja untuk kepentingan umum, instansi dan masyarakat, dengan arogansinya kepala dina inspektorat itu sudah melanggar UU Pers 40 tahun 1999, di minta kepada PJ Bupati Deli Serdang SEGERA menindaktegas anggotanya yang di duga tidak bermoral, yang harusnya wartawan di jadikan mitra bukan di jadikan musuh karena wartawan itu pilar ke IV menegakan demokrasi imbuhnya,( rul)
Editor : Libas
