KAMPAR – CCTV24JAM.COM
Bertempat di Aula Kantor Desa Kubang Jaya, Pemerintah Desa bersama seluruh elemen masyarakat menggelar Rembuk Stunting sekaligus Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2026, Kamis pagi.
Acara berlangsung khidmat, berkelas, dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan komitmen Desa Kubang Jaya dalam menguatkan langkah menuju desa sehat dan bebas stunting.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pemerintahan desa, tenaga kesehatan, serta tokoh masyarakat, antara lain:
H. Tarmizi, HB – Kepala Desa Kubang Jaya
Jumaidi, A.Md – Ketua BPD
Berty Dwi Yanti – Perwakilan Puskesmas Kubang Jaya
Hengky Efriadi, S.E – Sekretaris Desa
Ressy Wahyuni – Pendamping Desa
Rembuk berlangsung dari pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, dengan suasana penuh dialog konstruktif dan sinergi lintas sektor.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Kubang Jaya H. Tarmizi, HB menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terlaksananya rembuk ini yang menjadi momentum penting dalam memastikan program pencegahan stunting tetap menjadi prioritas pembangunan desa.
“Rembuk Stunting ini bukan hanya agenda rutin, tapi panggilan nurani untuk memastikan anak-anak kita tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. Karena masa depan desa kita bergantung pada kualitas generasi hari ini,” tutur H. Tarmizi dalam pidato resminya yang disambut tepuk tangan peserta.
Berdasarkan laporan resmi Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan hasil pendataan lapangan, jumlah kasus stunting di wilayah Desa Kubang Jaya tercatat sebagai berikut:
Dusun 1: 1 anak
Dusun 3: 1 anak
Dusun 4: 2 anak
Meski angka tersebut relatif kecil, Pemerintah Desa menegaskan bahwa setiap anak merupakan aset berharga bangsa, sehingga penanganan kasus stunting menjadi fokus utama dalam arah kebijakan RKPDes 2026.
Desa Kubang Jaya memiliki 14 Posyandu aktif yang tersebar di empat dusun.
Seluruh kader Posyandu terus menjalankan tugas pelayanan kesehatan masyarakat, terutama pemantauan tumbuh kembang balita, pemberian asupan gizi tambahan, serta pembagian susu bagi ibu hamil dan balita.
Pemerintah Desa juga menyampaikan komitmen untuk meningkatkan fasilitas dan sarana Posyandu, termasuk rencana pembangunan dan peremajaan peralatan kesehatan dasar melalui alokasi dana desa tahun anggaran 2026.
Rembuk Stunting Desa Kubang Jaya turut menghadirkan sinergi antara berbagai unsur seperti Puskesmas, UPT terkait, PKH, Kader PAUD, kelompok wanita tani, serta organisasi karang taruna dan keagamaan.
Forum ini menjadi ruang strategis untuk mengkonsolidasikan usulan kegiatan dan memastikan konvergensi intervensi pencegahan stunting di tingkat desa.
Melalui diskusi terarah, Pemerintah Desa bersama peserta rembuk menyepakati sejumlah langkah prioritas, di antaranya, edukasi gizi dan pola asuh anak secara berkelanjutan melalui Posyandu dan PAUD.
Pemberian makanan tambahan dan susu bergizi bagi ibu hamil dan balita.Peningkatan kualitas sarana dan prasarana Posyandu di seluruh dusun.
Monitoring tumbuh kembang anak berbasis data terintegrasi.
Penguatan kerja sama lintas sektor dan pendampingan keluarga berisiko stunting.
Hasil rembuk ini akan menjadi dasar utama penyusunan RKPDes Tahun 2026, khususnya dalam bidang kesehatan masyarakat.
Harapannya, langkah nyata Pemerintah Desa Kubang Jaya dapat menurunkan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dasar di tingkat desa.
“Kesehatan adalah investasi jangka panjang. Melalui rembuk ini, kita tidak hanya menyusun rencana, tapi menegaskan komitmen untuk mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Kepala Desa H. Tarmizi menutup acara dengan penuh harapan.
Rangkaian acara terekam dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat pengabdian. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi musyawarah, presentasi data kesehatan, serta penandatanganan komitmen bersama untuk percepatan penurunan stunting di Desa Kubang Jaya.
Rembuk Stunting Desa Kubang Jaya 2026 menjadi simbol nyata dari kerja bersama yang elegan, profesional, dan penuh dedikasi — sebuah langkah konkret menuju Desa Sehat, Masyarakat Hebat, dan Generasi Emas Tanpa Stunting.
