CCTP24jam.com – LOMBOK TIMUR — Sebanyak enam siswa MI NW Sukamulia mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kabupaten Lombok Timur yang berlangsung pada tanggal 7 September 2026 di MA Mu’allimin NWDI Pancor.
Keenam siswa tersebut terdiri atas tiga siswa kelas V yaitu, Saqila Mauulida, M.Pais Irsyad, dan Amalina Muyassaroh, dan dari kelas VI sebnayak 3 siswa yaitu Aulia Maesya Putri, Nursofia Maulida dan Xaira Janua Sukma Sejati.
Keikutsertaan mereka dalam ajang kompetisi akademik tersebut menjadi bagian dari komitmen MI NW Sukamulia dalam memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan, khususnya di bidang sains dan riset.
Kepala MI NW Sukamulia, Zakiuddin, S.Pd.I, mengatakan bahwa keikutsertaan dalam OMI tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar prestasi atau piala. Lebih dari itu, kompetisi menjadi sarana penting dalam membentuk karakter dan mental peserta didik.“Kami menjadikan ajang ini sebagai sarana pembentukan karakter, mentalitas pembelajar, dan peningkatan mutu akademik, bukan sekadar mengejar piala,” ujar Zakiuddin.
Menurutnya, MI NW Sukamulia secara konsisten mendorong siswa untuk mengikuti berbagai kompetisi, baik akademik maupun nonakademik. Kegiatan tersebut dinilai mampu memberikan pengalaman sekaligus menjadi tolak ukur terhadap kemampuan yang telah dimiliki siswa.
“Kegiatan lomba seperti ini selalu kita ikuti, baik itu lomba akademik maupun nonakademik. Saya sangat mengapresiasi siswa yang ikut. Pesan saya, jadikan kompetisi ini sebagai tolok ukur untuk mengetahui sejauh mana kemampuan sains dan riset yang telah dikuasai,” lanjutnya.
Ia menambahkan, mengikuti kompetisi juga memberikan pengalaman berharga bagi siswa untuk merasakan atmosfer persaingan yang lebih luas. Mereka dituntut memiliki ketahanan mental, kemampuan berpikir kritis, serta kecakapan dalam memecahkan persoalan di bawah tekanan waktu.
Pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti setelah kompetisi berakhir. Para siswa diharapkan semakin termotivasi untuk terus belajar, melakukan eksplorasi, serta mengembangkan riset dan pembelajaran sains yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam.
“Yang terpenting adalah pengalaman dan proses yang mereka dapatkan. Semoga dari sini muncul motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan sains serta riset yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam,” ungkapnya.
Zakiuddin juga menyampaikan apresiasi kepada para guru pembimbing yang telah mendampingi dan mempersiapkan para siswa menghadapi kompetisi tersebut.
“Terima kasih kepada guru pembimbing yang selama ini telah membimbing dan mempersiapkan siswa untuk mengikuti kegiatan lomba. Semoga perjuangan ini membuahkan hasil terbaik, meraih juara hingga tingkat nasional, dan tentunya dapat mengharumkan nama madrasah,” pungkasnya.
Keikutsertaan enam siswa MI NW Sukamulia dalam OMI 2026 diharapkan menjadi langkah awal untuk melahirkan generasi madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter tangguh, mental kompetitif, kemampuan berpikir kritis, serta semangat belajar yang berkelanjutan.
Redaksi
