Cctv24jam. SELATPANJANG – Sebagai wilayah perbatasan terluar RI, Kepulauan Meranti jadi fokus pengentasan kemiskinan lewat Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya. Tahun 2026, Meranti resmi dapat alokasi 967 unit BSPS dari pemerintah pusat.
Kolaborasi BNPP & Kementerian PKP:
Program strategis ini hasil kolaborasi Badan Nasional Pengelola Perbatasan dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Diluncurkan resmi 23 April 2026 oleh Mendagri sekaligus Kepala BNPP Tito Karnavian bersama Menteri PKP Maruarar Sirait. Target nasional: 15.000 unit RTLH di wilayah perbatasan tahun ini.
Apresiasi Bupati Asmar:
Bupati Kepulauan Meranti AKBP Purn H. Asmar sampaikan terima kasih ke Mendagri Tito dan Kementerian PKP. “Bantuan ini pastikan MBR punya hunian sehat, aman, layak sehingga dorong pengentasan kemiskinan di Meranti,” ujar Asmar saat rakor dengan pusat.
Progres Lapangan & Skema Swadaya:
Kadis Perkimtan LH Agustiono ST MSi ungkap program sudah masuk tahap verifikasi lapangan. Tim teknis Balai P3KP Sumatera III validasi data dan kondisi fisik rumah agar bantuan tepat sasaran. “Dengan skema swadaya, program ini diharapkan pantik semangat gotong-royong warga,” kata Agustiono.
Rincian 967 Unit & Lokasi Prioritas:
Kabag Perbatasan Setdakab Gilang Wana Wijaya Cendickia, http://S.STP MSi rinci alokasi 967 unit:
1. Tahap I: 200 unit dari anggaran Kementerian PKP
2. Tahap VIII: 701 unit dari BNPP RI
3. Tahap IX: 66 unit dari BNPP RI
Sesuai RPJMN 2025–2029, bantuan diprioritaskan untuk 3 Kecamatan Perbatasan Prioritas: Rangsang, Rangsang Barat, dan Rangsang Pesisir.
Misi Kedaulatan di Beranda Negara:
Penetapan KPP tegaskan komitmen pusat-daerah hapus kesenjangan infrastruktur pulau terluar. “Pemerintah tidak hanya beri bantuan fisik, tapi usung misi tata estetika pemukiman di beranda negara. Rumah kokoh di tapal batas cerminkan kedaulatan RI,” tegas Gilang. Ia pastikan Pemkab terus dorong usulan pembangunan perbatasan.
Program BSPS jadi bukti nyata kehadiran negara di wilayah 3T. Dengan hunian layak, warga perbatasan Meranti diharapkan makin sejahtera dan berdaulat di beranda Indonesia.***(zamri)
