BATU BARA,CCTV24jam.com – Pada hari Senin 1 Juni 2026 Komitmen dan konsistensi jajaran Satres Narkoba Polres Batu Bara dalam memberantas peredaran gelap narkotika kembali mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kali ini, apresiasi datang dari Sekretaris Jenderal Persatuan Jurnalis Indonesia Demokrasi (PJI-D) Kabupaten Batu Bara yang menilai langkah cepat dan tegas kepolisian menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkoba.
Dalam pelaksanaan Operasi Antik Toba 2026 yang berlangsung selama 21 hari, mulai 13 Mei hingga 2 Juni 2026, Satres Narkoba Polres Batu Bara berhasil mengungkap 29 kasus tindak pidana narkotika dengan total 33 orang tersangka yang diamankan.
Dari hasil pengungkapan tersebut, aparat turut mengamankan barang bukti berupa 141,51 gram sabu, 11 butir ekstasi, serta 1 unit vape yang diduga berkaitan dengan tindak pidana penyalahgunaan narkotika.
Sekjend PJI-D Kabupaten Batu Bara menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan bentuk keseriusan Polres Batu Bara dalam menjaga generasi muda dan menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.
Dalam keterangannya, Sekjend PJI-D Kabupaten Batu Bara menyatakan: “Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Satres Narkoba Polres Batu Bara atas gerak cepat, komitmen, dan konsistensi dalam melakukan pemberantasan narkoba di wilayah Kabupaten Batu Bara. Pengungkapan puluhan kasus ini menunjukkan bahwa aparat kepolisian tidak memberi ruang terhadap para pelaku peredaran gelap narkotika.”
Ia juga menilai keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi angka statistik penindakan, tetapi menjadi pesan kuat bahwa upaya pencegahan dan penegakan hukum harus berjalan beriringan.
“PJI-D Kabupaten Batu Bara mendukung penuh langkah Kapolres Batu Bara beserta jajaran Satres Narkoba untuk terus melakukan tindakan tegas terhadap jaringan narkotika. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh pemuda, dan insan pers agar ikut mengambil peran aktif memberikan informasi dan edukasi demi mewujudkan Batu Bara yang aman, sehat, dan bebas narkoba,” tegasnya.
Menurutnya, sinergi antara kepolisian, masyarakat, dan media menjadi kunci dalam mempersempit ruang gerak para pelaku peredaran narkotika.
Dengan hasil Operasi Antik Toba 2026 tersebut, diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga Kabupaten Batu Bara dari ancaman narkoba yang dapat merusak masa depan generasi bangsa.
(Nando Sagala)
